Featured Post

||☆KUMPULAN TAUSIYAH2☆|| II

                                    بـســــــــــــــــــــــــــــــــــم الله الرحـمـــن الرحيـــم APA YG TERJADI PADA TUBUH KITA S...

Tuesday, May 17, 2016

||☆KUMPULAN TAUSIYAH2☆|| I

                            بـســــــــــــــــــــــــــــــــــم الله الرحـمـــن الرحيـــم

Jawaban Langsung Dalam Al-Quran Bagi Orang Yang Putus Asa Atas Musibah

Kita akan mendapatkan keutamaan yang sangat banyak apabila musibah kita hadapi dengan sabar. Agar kita dapat bersabar, hendaknya kita mengingat keutamaan bersabar yang sangat banyak. Allah banyak menyebutkan kata-kata sabar dalam kitab-Nya.

Berikut adalah beberapa keutamaan bersabar:
Sabar memiliki keutamaan yang sangat besar di antaranya:
  1. Mendapatkan petunjuk. AllahTa’ala berfirman:
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”[1]
  1. Mendapatkan pahala yang sangat besar dan keridhaan Allah.
Allah Ta’ala berfirman,
“sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar diberikan pahala bagi mereka tanpa batas.”[2]
  1. Mendapatkan alamat kebaikan dari Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
 “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia, sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hamba-Nya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di hari kiamat.”[3]
  1. Merupakan anugrah yang terbaik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Tidaklah Allah menganugrahkan kepada seseorang sesuatu pemberian yang labih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.”[4]


Jawaban Al-Quran sebagai penghibur
Sebagai penutup tulisan ini, berikut jawaban serta jalan keluar dari Allah yang langsung tertulis dalam kitab-Nya mengenai beberapa keluhan yang muncul dalam hati manusia yang lemah[5]
-Mengapa saya di uji (dengan penyakit ini)?
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. 29:2)
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. 29:3)
-Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan (berupa  kesehatan)?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)
-Mengapa ujian (penyakit) seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. 2:286)
-Saya mulai frustasi dengan ujian (penyakit) ini.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3:139)
-Bagaimanakah saya menghadapinya?
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. 3:200)
-Apa yang saya dapatkan dari semua ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” (QS. 9:111)
-Kepada siapa Saya berharap?
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS. 9:129)
-Saya sudah tidak dapat bertahan lagi dan menanggung beban ini!
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)
Demikian semoga bermanfaat
@Pogugn Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

بارك الله


D A K W A H
Oleh : Buya HAMKA
Haji Abdul Malik Karim Amrullah


1. Dakwah itu membina, bukan menghina.

2. Dakwah itu mendidik, bukan ‘membidik’

3. Dakwah itu mengobati, bukan melukai.

4. Dakwah itu mengukuhkan, bukan meruntuhkan.

5. Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

6. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.

7. Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.

8. Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.

9. Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.

10. Dakwah itu menasehati, bukan mencaci maki.

11. Dakwah itu merangkul, bukan memukul.

12. Dakwah itu mengajak bersabar, bukan mengajak mencakar.

13. Dakwah itu argumentatif, bukan provokatif.

14. Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.

15. Dakwah itu realistis, bukan fantastis.

16. Dakwah itu mencerdaskan, bukan membodohkan.

17. Dakwah itu menawarkan solusi, bukan mengumbar janji.

18. Dakwah itu berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.

19. Dakwah itu menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat.

20. Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.

21. Dakwah itu mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.

22. Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.

23. Dakwah itu menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan.

24. Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari-cari aib dan menyebarkannya.

25. Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.

26. Dakwah itu mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

27. Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.

28. Dakwah itu berletih-letih menanggung problem umat, bukan meletihkan umat.

29. Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.

30. Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.

31. Dakwah itu siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

32. Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.

33. Dakwah itu melawan kesesatan, bukan mengotak-atik kebenaran.

34. Dakwah itu asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.

35. Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.

36. Dakwah itu kita mengatakan: “aku cinta kamu”, bukan “aku benci kamu”

37. Dakwah itu kita mengatakan: “Mari bersama kami” bukan “Kamu harus ikut kami”.

38. Dakwah itu “Biaya Sendiri” bukan “Dibiayai/Disponsori”

39. Dakwah itu “Habis berapa?” bukan “Dapat berapa ?”

40. Dakwah itu “Memanggil/Mendatangi”  bukan “Dipanggil/Panggilan”

41. Dakwah itu “Saling Islah” bukan “Saling Salah”

42.  Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian.

43. Dakwah itu dengan “Cara Nabi” bukan dengan “Cara Sendiri”.

Moga bermanfaat 😊



*OBAT STROKE*

Pada satu ketika dimana Nabi Sulaiman A.S sdg duduk di Singgasananya,
Maka datang satu  Makhluk yg cukup besar, maka bertanya Nabi
Sulaiman "siapakah engkau..?"

Maka dijawab oleh Makhluk tersbut bahwa akulah Rihul Ahmar....dan
Bila aku memasuki rongga anak Adam, maka mrk akan Lumpuh,& keluar Darah dari
Rongga hidung, dan apabila aku memasuki Otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam..

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar Lembaga/Makhluk
tsb, maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa
"Aku kekal sampai hari kiamat tiba,tiada siapapun yg dapat membinasakan Aku melainkan Allah. 
Lalu Rihul Ahmar pun ghaiblah ia.

Diriwayatkan Cucunda Nabi Muhammad S.A.W. terkena Rihul Ahmar
Sehingga keluar darah dari rongga hidungnya. 
Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad S.A.W.  dan brtanyalah Nabi Muhammad kpd Malaikat Jibril.
Dan Jibrilpun ghaib/menghilang sekejap, lalu malaikat Jibril Kembali mengajari akan doa Rihul Ahmar kepada Nabi Muhammad S.A.W. kemudian
Dibaca doa tersebut kepada Cucunda nya dan dengan sekejap Cucunda Rasulullah sembuh serta merta. 
Lalu bersabda Nabi Muhammad S.A.W. bahwa barang siapa Membaca doa Stroke/ Doa Rihul Ahmar walau sekali dalam seumur
Hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau
STROKE.

*Doa Menjauhkan/ Terhindar dari Angin Ahmar dan penyakit Stroke

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma Inni A'uzubika Minarrihil Ahmar, Waddamil Aswad, Waddail Akbar.

*Artinya; *
_Ya Allah tuhanku Lindungi Aku dari Angin Merah & Lindungi aku dari Darah Hitam (Stroke) & dari Penyakit Berat.

Semoga bermanfaat dan kita semua Sehat & terhindar dari STROKE dan Sejahtera... Aamiin 3x Ya Robbal Alamiin...(Wallahu a'lam bi murodih)










Semoga bermanfaat
بارك الله










☆AMALAN KELIRU DIBULAN SYA'BAN☆

Bulan Sya’ban adalah bulan yang penuh kebaikan. Di bulan tersebut banyak yang lalai untuk beramal sholeh karena yang sangat dinantikan adalah bulan Ramadhan. Mengenai bulan Sya’ban, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan keras agar umatnya tidak beramal tanpa tuntunan. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin sekali umatnya mengikuti ajaran beliau dalam beramal sholeh.

Jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan tuntunan dalam suatu ajaran, maka tidak perlu seorang pun mengada-ada dalam membuat suatu amalan. Islam sungguh mudah, cuma sekedar ikuti apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam contohkan, itu saja.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya (baca; bid'ah), maka perkara tersebut tertolak.”

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”

Bid’ah sendiri didefinisikan oleh Asy Syatibi rahimahullah dalam kitab Al I’tishom:

“Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.”

* Amalan yang Ada Tuntunan di Bulan Sya’ban

Amalan yang disunnahkan di bulan Sya’ban adalah banyak-banyak berpuasa. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.”

Di bulan Sya’ban juga amat dekat dengan bulan Ramadhan, sehingga bagi yang masih memiliki utang puasa, maka ia punya kewajiban untuk segera melunasinya. Jangan sampai ditunda kelewat bulan Ramadhan berikutnya.

* Amalan yang Tidak Ada Tuntunan di Bulan Sya’ban

Adapun amalan yang tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam banyak yang tumbuh subur di bulan Sya’ban, atau mendekati atau dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Boleh jadi ajaran tersebut warisan leluhur yang dijadikan ritual. Boleh jadi ajaran tersebut didasarkan pada hadits dho’if (lemah) atau maudhu’ (palsu). Apa saja amalan tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Kirim do’a untuk kerabat yang telah meninggal dunia dengan baca yasinan atau tahlilan. Yang dikenal dengan Ruwahan karena Ruwah (sebutan bulan Sya’ban bagi orang Jawa) berasal dari kata arwah sehingga bulan Sya’ban identik dengan kematian. Makanya sering di beberapa daerah masih laris tradisi yasinan atau tahlilan di bulan Sya’ban. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak pernah mencontohkannya.

2. Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat dan do’a.
Tentang malam Nishfu Sya’ban sendiri ada beberapa kritikan di dalamnya, di antaranya:

a. Tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248). Juga yang mengatakan seperti itu adalah Abul ‘Ala Al Mubarakfuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi.

Contoh hadits dho’if yang membicarakan keutamaan malam Nishfu Sya’ban, yaitu hadits Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan dengan saudaranya.” (hadits dho’if/ lemah)

b. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya untuk shalat. Dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dari hari lainnya untuk berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144). Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini  menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak dikhususkan dengan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada dalil yang mendukungnya. (At Tahdzir minal Bida’, 28).

c. Malam nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam lainnya. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu. Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak mengatakan, “Barangsiapa yang biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal 13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15 Hijriyah).” Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan puasa tertentu.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 115)

d. Dalam hadits-hadits tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebutkan bahwa Allah akan mendatangi hamba-Nya atau akan turun ke langit dunia. Perlu diketahui bahwa turunnya Allah di sini tidak hanya pada malam Nishfu Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam Bukhari-Muslim bahwa Allah turun (setiap malam) ke langit dunia pada setiap 1/3 malam terakhir, bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja. Oleh karenanya, keutamaan malam Nishfu Sya’ban sebenarnya sudah masuk pada keumuman (setiap) malam, jadi tidak perlu diistimewakan.

‘Abdullah bin Al Mubarok rahimahullah pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, lantas beliau pun memberi jawaban pada si penanya, “Wahai orang yang lemah! Yang engkau maksudkan adalah malam Nishfu Sya’ban?! Perlu engkau tahu bahwa Allah itu turun di setiap malam (bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja).” Dikeluarkan oleh Abu ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod Ahlis Sunnah (92).

Al ‘Aqili rahimahullah mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya itu layyin (menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nishfu Sya’ban itu sudah masuk pada keumuman malam, insya Allah.” Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29).

3. Menjelang Ramadhan diyakini sebagai waktu utama untuk ziarah kubur, yaitu mengunjungi kubur orang tua atau kerabat (dikenal dengan “nyadran”).

Yang tepat, ziarah kubur itu tidak dikhususkan pada bulan Sya’ban saja. Kita diperintahkan melakukan ziarah kubur setiap saat agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim no. 976).

Jadi yang bermasalah adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk ‘nyadran’ atau ‘nyekar’. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

4. Menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar, padusan, atau keramasan. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Puasa tetap sah jika tidak lakukan keramasan, atau padusan ke tempat pemandian atau pantai (seperti ke Parangtritis). Mandi besar itu ada jika memang ada sebab yang menuntut untuk mandi seperti karena junub maka mesti mandi wajib (mandi junub). Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”), ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan (baca: ikhtilath) dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

* Mencukupkan diri dengan Ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), janganlah membuat amalan yang tidak ada tuntunannya. Karena (ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) itu sudah cukup bagi kalian. Semua bid’ah adalah sesat.”

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata: “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”  (Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Ibnu Taimiyah)

Baca selengkapnya di website kami Rumaysho.Com >> https://rumaysho.com/1851-amalan-keliru-di-bulan-syaban.html





BERSEMILAH SYA'BAN...☆

Alhamdulillah... Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya'ban, bulan persiapan menuju Ramadhan.
Abu Bakar Al-Balkhi yang mengatakan:
شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.
Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam dan Sya’ban adalah bulan untuk menyirami   tanaman,   sementara bulan Ramadhan adalah bulan untuk memetik hasil panen.” (Lathaif Al-Maarif)
✏ Diantara amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Sya'ban adalah memperbanyak puasa sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Ummul Mukmini Aisyah radhiallahu anha mengabarkan:
كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ, فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.
 “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai-sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai-sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau banyak melakukan puasa melebihi puasanya di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari Muslim)
Seperti halnya sholat yang memiliki rowatib (qabliyah dan ba'diyah), maka Ramadhan juga demikian. Dimana puasa pada bulan Sya'ban menjadi qabliyahnya sementara puasa enam hari di bulan Syawwal menjadi ba'diyahnya. Dengan melakukan rowatib ini diharapkan dapat menutupi kekurangan yang ada pada bulan Ramadhan nanti.
Selamat menunaikan puasa Sya'ban
✍ Catatan :
➡1. Puasa Sya'ban bisa dilakukan kapan saja (mutlak) selama bulan sya'ban, terkecuali pada hari yang diragukan, yaitu satu atau dua hari menjelang Ramadhan.
➡2. Bagi yang ingin berpuasa pada hari jum'at atau sabtu, sebaiknya dibarengi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya.
Wallahu a'lam
Ustadz Aan Chandra Thalib El-Gharantaly حفظه الله تعالى
@kajianislamchannel
  







DOA MUSTAJAB


Assalaa mu'alaykum

DOA adalah meminta sesuatu kepada Allah. Doa merupakan amalan yang sangat penting untuk dikerjakan oleh setiap orang islam.
1. Dalam sebuah hadis,Rosulululloh SAW bersabda:
“Addua-u silakhul mu’min waimaduddin wanurussamawati wal- ard”
Artinya:
“Doa adalah pedang nya orang iman,tiangnya agama,dan cahayanya langit dan bumi”
2.Rosul SAW bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Laisa saiun akroma alallohi ta-ala minaddu-a”
Artinya:
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulya disisi Alloh kecuali doa”
3.Rosul SAW bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Addua-u mukh khul ibadah”
Artinya:
“Doa itu otak nya ibadah”
4.Rosul SAW bersabda dalam HR.IbnuMajah:
“Wala yaruddul qodaro illaddua’ ”
Artinya:
“Tidak bisa menolak qodar kecuali dengan Doa”
5.Dalam Alquran surat Almu'min : 60, Alloh berfirman:
“Ud’uni astajib lakum ”
Artinya:
“Berdoalah padaku,maka niscaya akan kukabulkan”
Jadi Alloh malah memerintah kepada setiap muslim untuk minta,minta,dan minta apa saja kepada Alloh.
Alloh tidak akan bosan memberi apa saja yang diminta hambanya.
Doa adalah otaknya ibadah,makin sering kita berdoa,berarti kita makin banyak mengerjakan ibadah,sehingga makin banyak pula pahala yang kita dapatkan.
Bahkan Alloh marah jika ada hambanya yang tidak mau minta pada Alloh.
6.Rosul SAW bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Mallam yas-alillaha yagh dob’ alaihi ”
Artinya:
“Barang siapa yang tidak berdoa kepada Alloh, maka Alloh marah pada nya”
Jadi Doa adalah salah satu ibadah yang sangat penting dikerjakan.
Saat kita butuh pertolongan Alloh,kita segera berdoa pada Alloh.
Ada beberapa hal yang seharusnya dikerjakan agar doa kita mustajab atau dikabulkan Alloh.
Yang paling utama, agar doa kita terkabul atau mustajab, maka ada syarat pokok yang harus dipenuhi dulu sebelum kita berdoa, yaitu seperti yang diajarkan oleh Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi:
“Setelah kamu selesai sholat, maka duduklah dan bacalah dhikir kepada Alloh, lalu baca sholawat untuk ku, kemudian beroalah, maka pasti akan dikabulkan Alloh ”
Jadi: kita berdhikir dulu, baca sholawat baru kita berdoa.
7.Dalam HR.Abu Dawud Umar bin khotob berkata:
“Sesungguhnya Nabi ketika mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, maka Nabi tidak meletakkan kedua tangannya sampai kedua tangannya mengusap wajahnya”
Jadi saat berdoa, Nabi mengangkat kedua telapak tangan nya dan tetap mengangkat lalu diakhiri dengan mengusapkan kedua telapak tangannya di wajah beliau.
8.Rosul SAW beresabda dalam HR.Tirmidhi:
“Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya oleh Alloh saat menghadapi cobaan yang berat dan kesusahan,maka memperbanyaklah doa pada waktu LONGGAR nya”
Saat kita sedang jaya, senang, bahagia, gembira, banyak uang, kita biasakan terus berdoa kepada Alloh.
Kita wajibkan diri kita untuk rutin berdoa kepada Alloh, seperti saat setelah sholat 5 waktu, setelah membaca Alquran, setelah sholat tahajud ataupun waktu-waktu lainnya.
Kalau kita bisa mengamalkan ini, maka saat kita dalam kesulitan, butuh pertolongan, maka kita segera berdoa pada Alloh yang pasti akan dikabulkan oleh Alloh.
9.Rosul SAW bersabda dalam HR.Abudawud:
“Doa akan dikabulkan oleh Alloh, selagi TIDAK TERGESA2 dia. maksudnya dia berkata: aku telah berdoa, tapi belum dikabulkan ”
10.Rosul bersabda dalam HR.AbuDawud:
“Kamu Jangan berdoa dengan mengatakan:’ya Alloh ampunilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI, ya Alloh kasihinilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI. Tapi kalian supaya MENETAPKAN permintaan kalian.sesungguhnya perbuatan tersebut bukanlah sebuah paksaan pada Alloh ”
11.Rosul bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Barang siapa yang berdoa dengan doanya nabi yunus (saat diperut ikan), lalu minta apa saja pasti dikabulkan Alloh”
Doanya adalah : ” Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadholimin ”
12. Dalam hadis Tirmidhi ada seorang lelaki yang berdoa” allohumma inni as-aluka bianni as hadu annaka antallohu la ilaha illa-antal -akhadussomad’ alladhi lam yalid’ walam yulad’ walam yakullahu kufuan akhad’ ”
Lalu Nabi mendengar doa tersebut dan berkata:”Demi Dhat, rosul telah meminta pada Alloh yang maha agung .barang siapa yang berdoa dengan nama Alloh diatas, maka Doanya akan dikabulkan jika dia meminta, maka DIBERI”
13.Banyak ayat -ayat dalam Alquran yang memerintahkan agar kita berdoa dengan membaca dulu ASMAUL KHUSNA.misalnya di Al Arof:180
Alloh berfirman:
“Walillahil asmaul khusna fad’uhu biha”
Artinya:
“Bagi Alloh adalah Asmaul khusna, maka berdoalah kalian dengan membaca dulu Asmaul khusna.”
14.Dalam alhadis banyak menerangkan bahwa sebelum atau sesudah berdoa kita harus membaca salawat kepada Nabi ,agar doa kita dikabulkan Alloh.
15.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi:
“Wa’lamu annalloha layastajibu dua-an min qolbin ghofilil lah”
Artinya:
“Ketahuilah bahwa Alloh tidak akan mengabulkan doa nya orang yang hatinya lupa pada Alloh”
Maka banyak-banyaklah kita berdhikir pada Alloh agar doa kita dikabulkan oleh Alloh.
16.Sabda Rosululloh SAW di Hadis Tirmidhi:
“Ud’ulloha wa-antum muqinuna bil-ijabati”
Artinya:
“Berdoalah kamu pada Allah dengan hati merasa YAKIN bahwa doa tersebut pasti dikabulkan Allah”
Jadi,kalau hati kita ragu-ragu, maka doa kita tidak akan terkabul !
In sha Allah demikian dulu topik bahasan kita mengenahi DOA.
Kurang lebihnya kami mohon maaf.
Alhamdulillah jazakumullohu khoiro
Wassalamualaikum wr wb
Konsultasi Alquran dan Hadis
Sms 087875806619
In sha Allah dibalas(mohon sabar antri)



☆KHOTBAH JUM'AT MASJID NABAWI 22 RAJAB 1437 H☆
Oleh : Syekh Ali Bin Abdurrahman Al-Hudzaifi
Khotbah Pertama

Segala puji bagi Allah yang Maha Hidup, Maha Pengatur, yang tidak akan mati, Pemilik kerajaan, kemuliaan dan keperkasaan. Aku memuji Tuhanku, aku bersyukur dan aku bertobat kepadaNya serta memohon ampunan-Nya. Aku bersaksi, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Penguasa mutlak di atas hamba-hambaNya. Dia berbuat apapun yang dikehendaki-Nya dan memberi keputusan sesuai keinginan-Nya. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

          Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam serta keberkahan kepada hamba-Mu dan Rasul-Mu Muhammad–shallallahu alaihi wa sallam- seorang nabi pilihan, beserta seluruh keluarganya dan para sahabatnya yang setia kepada agama yang suci. Selanjutnya.

          Bertakwalah kepada Allah ta’ala dengan selalu mencari ridha-Nya dan menjauhi kemaksiatan kepadaNya. Sungguh ketakwaan itu merupakan kebaikan untuk segala urusan hidup kalian, sebagai bekal yang perlu kalian persiapan untuk menghadapi kondisi ke depan yang kalian takuti dan kalian kawatirkan.

          Ketakwaan merupakan benteng dari segala perkara yang dapat menghancurkan. Hanya dengan ketakwaan Allah –subhanahu wa ta’ala- menjanjikan surga (kepada para hamba-Nya). Para hamba Allah sekalian, masing-masing orang bekerja dalam hidup ini untuk memenuhi kepentingan dirinya, memperbaiki urusannya dan memenuhi hajat hidupnya.

          Di antara mereka ada yang membangun urusan agamanya sekaligus urusan dunianya. Mereka itulah yang di dunia ini dikaruniai Allah suatu kebaikan dan di akhirat-pun mendapatkan kebaikan, serta dihindarkan dari azab neraka. Namun ada pula di antara mereka orang yang bekerja untuk dunianya saja, sementara jatah akhiratnya disia-siakannya. Orang-orang model inilah yang hidupnya hanya bersenang-senang untuk makan seperti halnya binatang, sementara neraka menjadi tempat tinggal mereka.

Setiap keinginan dan pekerjaan pasti ada jatuh temponya.

Firman Allah :

وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى [ النجم/42]

“dan bahwasanya kepada Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu)”. Qs An-Najm : 42


          Maha suci Allah yang telah menjadikan pada setiap hati manusia kesibukan hati, dan menempatkan pada setiap hatinya sesuatu yang dia pikirkan/inginkan, menciptakan pula untuk setiap orang kemauan dan tekad bulat, yang ia mau dan berkehendak maka ia kerjakan tekad tersebut, dan jika ia mau ia tinggalkan (tidak jadi melakukan tekad tersebut).

          Sedangkan kehendak Allah dan kemauan-Nya adalah di atas segala kehendak dan kemauan. Firman Allah :

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ [ التكوير/ 29]

“Dan kalian tidak berkehendak (untuk menempuh suatu jalan) kecuali jika dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” Qs At-Takwir : 29

Maka apapun yang telah dikehendaki Allah pastilah terjadi, dan apapun yang tidak dikehendaki oleh-Nya pasti tidak akan terjadi.

          Kematian adalah puncak setiap makhluk di muka bumi. Kematian merupakan penghujung bagi setiap yang bernyawa di dunia ini. Hal itu sudah menjadi ketetapan Allah (untuk semua makhluk) termasuk para malaikat; Jibril, Mikail, Israfil –alaihimussalam- bahkan malaikat pencabut nyawa-pun akan mengalami kematian.

Firman Allah :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ، وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ [ الرحمن/26 – 27]

“Semua yang ada di bumi akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” Qs Ar-Rahman: 26-27


Kematian adalah garis finish perjalanan kehidupan dunia, dan merupakan garis awal kehidupan alam akhirat. Dengan kematian, maka seluruh rangkaian kenikmatan dunia terputus. Begitu memasuki kematian, seseorang merasakan kenikmatan yang agung atau siksaan yang pedih.


          Kematian merupakan ayat (lambang kebesaran Allah) yang menunjukkan kemaha-kuasaanNya dan keperkasaan-Nya terhadap semua makhluk-Nya. Firman Allah :

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ [ الأنعام/61]

“Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian telah datang kepada salah seorang di antara kalian, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak lalai melaksanakan tugas.” Qs Al-An’am : 61

          Kematian mencerminkan keadilan Allah –subhanahu wa ta’ala- tidak pandang bulu dalam menimpakan kematian ini. Firman Allah :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [ العنكبوت/57]

“Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, kemudian hanya kepada Kami kalian dikembalikan.”Qs Al-Ankabut : 57

          Kematian akan memutus segala kelezatan hidup, menghentikan total gerakan badan, menceraikan seseorang dari komunitasnya, menghalanginya dari segala yang (semula menjadi) kebiasaannya, hanya Allah sendiri yang menguasai kematian dan kehidupan.  Firman Allah :

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ [ المؤمنون/80]

“Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah (yang mengatur) pergantian malam dan siang, tidakkah kalian mengerti?.”Qs Al-Mukminun : 80

Kematian tidak dapat dicegah oleh petugas penjaga pintu, tidak bisa dicegat oleh bodyguard, tidak bisa dihalangi oleh harta benda, anak, dan kawan dan teman. Tidak bisa lolos dari kematian orang kecil dan orang besar, si kaya dan si miskin, orang yang berpangkat atau orang rendahan. Firman Allah :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ [ النساء / 78]

“Di mana pun kalian berada, kematian akan menjemput kalian, kendatipun kalian di dalam benteng yang kokoh,” Qs An-Nisa’ : 78

Firman Allah :

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [ الجمعة / 8]

“Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, benar-benar akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan". Qs Al-Jum’ah :8

Kematian datang tiba-tiba dalam waktu yang telah ditentukan. Firman Allah :

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ [ المنافقون/11]

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”Qs Al-Munafiqun : 11


          Kedatangan kematian tanpa meminta izin terlebih dahulu kecuali kepada para nabi –alaihimussalam- mengingat kedudukan mereka yang mulia di sisi Allah –subhanahu wa ta’ala-, karena itulah kematian meminta izin kepada setiap para nabi.

Dalam sebuah hadis disebutkan :

" مَا مِنْ نَبِيّ إلّا خَيّرَه اللهُ بَيْنَ الخَلوْدِ فِى الدُّنْيَا ثمَّ الجَنّةِ أو الْمَوْتِ فيَخْتَارُ المَوْتَ "

“Tidak ada seorang nabi-pun melainkan Allah menyodorkan dua pilahan kepadanya; antara kekal di dunia lalu masuk surga dengan kematian, maka mereka memilih kematian”.


          Sudah menjadi kehendak Allah bahwa anak Adam keluar dari kehidupan dunia ini melalui kematian untuk memutus segala keterikatannya dengan urusan dunia sehingga sehelai rambutpun ia tidak lagi merindukan dunia selama ia benar-benar beriman.

Anas –radhiyallahu anhu- berkata, bahwa Nabi –shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

"مَا أَحَدٌ لَهُ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةٌ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ " رواه البخارى ومسلم

“Tidak seorangpun yang telah mendapatkan kedudukan terhormat di sisi Allah, namun demikian dia menginginkan kembali ke dunia meskipun baginya seluruh isi dunia, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali, karena dia melihat keistimewaan mati syahid.” HR. Bukhari dan Muslim.


        Kematian merupakan musibah yang tidak terelakkan. Sakitnya kematian tidak ada seorangpun yang dapat melukiskannya karena kedahsyatannya. Nyawa manusia tercabut  dari struktur jaringan urat, daging dan saraf. Seluruh rasa sakit yang sangat parah maka masih lebih ringan dari sakitnya kematian.

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- berkata :

"رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالمَوْتِ، وَعِنْدَهُ قَدَحٌ فِيهِ مَاءٌ، وَهُوَ يُدْخِلُ يَدَهُ فِي القَدَحِ، ثُمَّ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِالمَاءِ، ثُمَّ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى غَمَرَاتِ المَوْتِ أَوْ سَكَرَاتِ المَوْتِ" رواه الترمذى

”Aku melihat Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- ketika maut menjelang, sedangkan di dekatnya ada sebuah mangkuk berisikan air, kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam mangkuk itu, lalu mengusap wajahnya dengan air sambil berdo’a: ”Ya Allah, tolonglah aku saat menghadapi sakaratul maut.” HR. Tirmizi

Dalam sebagian riwayat :

إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ

"Sesungguhnya pada kematian itu ada rasa sakitnya"

          Salah seorang lelaki berkata kepada ayahnya yang sedang sakaratul-maut, “Terangkanlah kepadaku sakitnya sakaratul untuk menjadi pelajaran”. Jawabnya, “Wahai anakku, sakitnya bagaikan duri berbengkok yang digelandang di usus (dalam perut), dan bagaikan aku bernafas di lobang jarum”.

Dikatakan kepada orang lain yang akan meninggal, "Bagaimana engkau mendapati dirimu?", Ia barkata, "Seakan-akan pisau-pisau digeret kesana kemari di dalam tubuhku"

Seorang lainnya yang sedang menghadapi sakaratul maut ditanya, “Bagaimana dengan sakitnya kematian”. Jawabnya, “Seakan-akan ada api membara di dalam perutku”.

Barangsiapa yang selalu mengingat kematian, akan lembut hatinya, menjadi baik amal dan perilakunya, serta akan terhalangi dan tidak berani melakukan maksiat, tidak melalaikan kewajiban, tidak lagi terpesona oleh gemerlapnya dunia, justru rindu berjumpa Tuhan-nya dan kangen surga yang penuh kenikmatan.

Dan siapa yang lupa akan kematian, keras hatinya, dan condong kepada dunia, dan buruk amalannya, serta panjang angan-angannya, maka mengingat kematian adalah nasehat yang paling mengena untuk menegurnya. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتَ

"Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yaitu kematian" (HR At-Tirmidzi dan An-Nasaai dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dan makna hadits penghancur kelezatan yaitu pemutus kelezatan dan yang menjadikannya sirna.

Dari Ubay bin Ka'ab radhiallahu 'anhu, beliau berkata :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ قَامَ فَقَالَ :ياَ أَيُّهَا النَّاسُ!، اُذْكُرُوا اللهَ، جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ، تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ، جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيْهِ

"Jika telah lewat sepertiga malam maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkata, "Wahai manusia sekalian, berdzikirlah kepada Allah, telah datang (yaitu telah dekat) tiupan sangkakala yang pertama, lalu diikuti dengan tiupan sangkakala yang kedua, telah datang kematian dengan apa yang menyertainya" (HR At-Tirmidzi dan ia berkata, "Hadits hasan").

Dan dari Abu Ad-Darda' ia berkata :

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا وَالدَّهْرِ مُفَرِّقًا، الْيَوْمَ فِي الدُّوْرِ غَدًا فِي الْقُبُوْرِ

"Cukuplah kematian menjadi pemberi nasehat (peringatan), dan masa sebagai pemisah. Hari ini di rumah-rumah, besok di kuburan" (Diriwayatkan oleh Ibnu 'Assakir)

Dan seluruh kebahagian dan seluruh keberuntungan dan seluruh kemenangan adalah pada persiapan menyambut datangnya kematian. Kematian adalah pintu pertama menuju surga atau pintu pertama menuju neraka.

Dan persiapan menyambut datangnya kematian adalah dengan memantapkan tauhid kepada Penguasa alam semesta degngan beribadah kepada Allah dan tidak berbuat kesyirikan sama sekali kepadaNya serta menjauhi seluruh bentuk kesyirikan.

Dari Anas radhiallahu 'anhu ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

"Allah berfirman, "Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau mendatangiKu dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau bertemu denganKu dalam kondisi sama sekali tidak berbuat kesyirikan kepadaKu, maka Aku akan akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula" (HR At-Tirmidzi, dan ia berkata : Hadits hasan)

Persiapan datangnya kematian adalah dengan menjaga batasan-batasan Allah dan kewajiban-kewajiban. Allah berfirman :

وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan mereka yang menjaga batasan-batasan Allah, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman" (QS At-Taubah : 112)

Demikian juga persiapan akan datangnya kematian adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar. Allah berfirman :

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

"Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang kalian dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (surga)" (QS An-Nisaa : 31)

Persiapan akan datangnya kematianjuga dengan menunaikan hak-hak orang lain dan tidak melalaikannya atau menunda-nunda penunaiannya. Karena hak Allah bisa jadi Allah memaafkannya selain kesyirikan, adapun hak orang lain maka Allah tidak memaafkannya kecuali dengan mengambilnya dari yang berbuat dzolim lantas diberikan kepada orang yang haknya dizolimi.

Persiapan akan datangnya kematian juga dengan menulis wasiat dan tidak lalai dalam menulisnya.

Persiapan akan datangnya kematian juga dengan bersiap-siap akan kedatangannya kapan saja. Tatkala turun firman Allah ta'aala

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ

"Barangsiapa yang Allah ingin memberi petunjuk kepadanya maka Allah lapangkan dadanya untuk Islam" (QS Al-An'aam : 125)

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

نُوْرٌ يَقْذِفُهُ اللهُ فِي الْقَلْبِ

"Cahaya yang Allah lemparkan ke dalam hati". Para sahabat bertanya, "Apa hubungannya wahai Rasulullah?" Nabi berkata,

الإِنَابَةُ إِلَى دَارِ الْخُلُوْدِ وَالتَّجَافِي عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ نُزُوْلِهِ

"Bersikap selalu kembali menuju negeri yang abadi dan menjauh dari negeri yang menipu serta persiapan terhadap kematian sebelum datangnya"

Dan kebahagiaan adalah seseorang mati dalam kondisi husul khotimah. Dalam hadits :

الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيْمِ

"Amalan tergantung akhirnya"

Dari Mu'adz radhiallahu 'anhu ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Siapa yang perkataannya terakhir adalah "Laa ilaaha illallahu" maka masuk surga" (HR Abu Dawud dan Al-Hakim dengan sanad yang shahih"

Diantara perkara yang ditekankan untuk dikerjakan adalah mentalqin seseorang yang dalam sakaratul maut dengan cara yang lembut untuk mengucapkan syahadat. Caranya adalah menyebut-nyebut syahadat agar orang tersebut ingat syahadat, dan tidak memaksakannya karena ia sedang berada dalam kondisi yang berat. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

"Talqinkanlah La ilaha illallah kepada orang-orang yang akan meninggal diantara kalian" (HR Muslim)

          Kecelakaan adalah lalai dan lupa akan kematian, serta meninggalkan persiapan akan datangnya kematian, terlebih lagi berani melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa. Apalagi meninggalkan bertahuid kepada Allah ta'ala. Melakukan kejahatan dan kezoliman dengan menumpahkan darah yang haram (untuk ditumpahkan), mengambil harta yang haram, melalaikan hak-hak orang lain, serta tenggelam dalam syahwat, hawa nafsu, dan kelezatan, hingga datanglah kematian. Maka tatkala itu tiada guna penyesalan, dan datangnya ajal tidak akan tertunda. Allah berfirman :

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan" (QS Al-Mukminun : 99-100)

Dan pada hari kiamat semakin besar penyesalan. Allah berfirman ;

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ (55) أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ (56) أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (57) أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (58) بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ (59)

Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. Supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). Atau supaya jangan ada yang berkata: ´Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa´. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ´Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik´. (Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir"  (QS Az-Zumar : 55-59)

Semoga Allah memberi keberkahan kepadaku dan kepada kalian dalam al-Qur'an yang agung.


Khotbah Kedua :

Segala puji bagi Allah Penguasa alam semesta, Maha Raja, Maha Benar lagi Maha Menjelaskan. Hanya  milikNya-lah hikmah yang sempurna dan hujjah yang jelas lagi kuat, jika Dia berkehendak tentu Dia akan memberi petunjuk kepada kalian semuanya. Aku memujiNya dan bersyukur kepadaNya, aku bertaubat kepadaNya dan memohon ampunanNya. Dan aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagiNya, Yang Maha Kuat dan Perkasa. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya, yang benar janjinya dan terpercaya. Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam serta keberkahan kepada hamba dan rasulMu Muahmmad dan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan para tabi'in yang mengikuti para sahabat dengan baik, hingga hari kiamat.

Selanjutnya, maka bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, tiada yang beruntung kecuali orang-orang yang bertakwa, dan tidaklah merugi kecuali orang-orang yang lalai dan di atas kebatilan.

Kaum muslimin sekalian, jagalah kalian sebab-sebab yang mendatangkan husul khotimah. Yaitu dengan menegakan kelima rukun Islam dan menjauhi dosa-dosa dan perbuatan zolim. Diantara sebab tersbesar meraih husnul khotimah tatkala meninggal adalah sesantiasa berdoa memohon husnul khotimah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS Ghofir : 60)

Maka doa adalah pengumpul seluruh kebaikan. Dari Nu'man bin Basyiir radhiallahu 'anhuma ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

"Doa merupakan ibadah" (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi dan beliau berkata : Hadits hasan shahih)

Dan dalam hadits : "Siapa yang memperbanyak mengucapkan :

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا , وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَمِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ

"Ya Allah baguskanlah kesudahan kami dalam segara urusan dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan adzab akhirat"

Maka niscaya ia akan meninggal sebelum terkena musibah.

          Dan sebab suul khotimah (mati dalam kondisi buruk) adalah melalaikan hak Allah dan hak-hak orang lain, terus menerus menekuni dosa-dosa besar dan maksiat-maksiat, serta meremehkan keagungan Allah, juga bersandar kepada dunia dan melupakan akhirat.

Hamba-hamba Allah sekalian, sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada Nabi.
بارك الله

Penerjemah : Usman Hatim & Firanda Andirja
firanda.com





☆UD'UNI ASTAJIB LAKUM☆


Banyak orang yang mengeluh ketika do'a nya, hajatnya, permohonannya kepada Allah tidak di ijabah, tidak dikabulkan seperti yang ia inginkan, yang ia harapkan, yang ia mohon dengan berdo'a padahal ia sering mendengar firman Allah dalam Al-Qur'an yang berbunyi :

Ud'uni astajib lakum
"Berdo'a kepadaku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu" (QS. al-Mu'min:60)

Mari kita renungkan
Rasulullah Saw bersabda:
Mamin muslimin yad'ulloha bida'watin laisa fiha ismun, wala qothia'tu rohmin illa 'athohullohu biha ihda tsalatsa khisholin: imma anyua'jila lahu da'watuhu, wa'imma anyudakhkhiro lahu fil akhirati, wa'imma anyushrifa 'anhu minal su'i mitsluha. 
Artinya 
"Tidak berdo'a seorang muslim dengan suatu do'a yang do'anya itu tidak dicampuri sesuatu maksud jahat atau memutuskan silaturahmi, melainkan pastilah do'a itu diperkenankan Tuhan dengan memenuhi satu dari tiga cara. Ada kalanya do'a itu diterima dengan segera, adakalanya disimpan dahulu untuk persediaannya di akhirat, dan adakalanyadipalingkan daripadanya kejahatan yang seumpamanya".

Hadits tersebut dapat disimpulkan, bahwa suatu do'a akan diterima oleh Allah Swt dengan 3 cara, yaitu:

Diperkenankan Langsung
Apabila seseorang berdo'a, dan apa yang dimintanya itu memang ada manfaatnya, maka sudah jelas Allah SWT akan mengabulkannya. Firman Allah dalam Al-Qur'an.
Wa'idza sa'alaka i'badi 'anni fa'inni qoribun ujibu da'watad da'i idza da'an

Artinya : "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepadaKu" (QS. Al-Baqarah: 186).

Ditunda
Adakalanya Allah Swt tidak segera mengabulkan do'a kita. Artinya bahwa Allah Swt menundanya dan mengabulkannya pada suatu waktu yang dikehendakiNya. Tertundanya pengabulan do'a ini janganlah kiranya menyebabkan keputus-asaan. Waktu kabulnya do'a ini dapat terjadi kapan saja karena kehendakNya.
  1. Ditunda dan dikabulkan di Dunia
    Allah Swt menjamin mengabulkan do'a kita, tetapi Allah maha mengetahui apa yang lebih bermanfaat dan kita perlukan saat ini. Allah senantiasa akan mengabulkan do'a kita pada waktu yang pas (tepat) menurutNya. Karena Allah yang mengetahui; apakah permintaan kita saat ini mendatangkan manfaat atau mudarat bagi kita. 
  2. Ditunda dan diabulkan di Akhirat
    Adakalanya Allah Swt menunda do'a kita dan disimpan untuk dikabulkan di Akhirat. Karena Allah Swt lebih mengetahui bahwa hal itu lebih baik diberikan di akhirat daripada di dunia. 
Diriwayatkan bahwa di akhirat nanti ada seseorang yang terkejut menerima sejumlah karunia yang tidak dikira-kira banyaknya dan tidak sesuai sekali dengan amal ibadahnya dikala dia hidup di dunia. Diapun bertanya kepada Allah Swt:  
"Wahai Tuhan, darimana ini semua?".
Allah menjawab"Bukankah Aku telah memerintahkan engkau agar meminta kepadaKu apa saja di dunia ?",
Dan orang itu berkata"Betul ya Tuhanku."
Maka Allah Swt menerangkannya "Apa yang engkau mohonkan di dunia itu adalah baru sedikit, Kuberikan kini sisanya. Kuserahkan di akhirat,"

Akhirnya orang itu berkata"Alangkah baiknya jika sekiranya Tuhan memberikan segala yang kuminta itu di akhirat saja, tidak usah di dunia."
  
Diganti Dengan Yang Lain
Selain diperkenankan langsung dan ditunda, maka Allah Swt juga bisa mengganti kabulnya do'a kita dengan yang lain. Penggantian tersebut agaknya ada 2 macam, yaitu:
  1. Dipalingkan dari kesusahan
    Jabir ra., meriwayatkan, aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:"Tidaklah seseorang berdo'a dengan sesuatu do'a, melainkan Allah Swt memberikan sesuai dengan permohonannya itu, melainkan dijauhkan dari kesusahan. Asalkan dia tidak berdo'a untuk kejahatan atau untuk memutuskan silaturahmi."
  2. Dihapuskan dari dosa
    Anas ra., meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda:"....bahwa Allah Swt menerima do'a orang yang berdo'a, atau diganti untuknya, atau dipalingkan dari kesulitan yang semisalnya, atau dihapuskan dosa-dosanya."
Maka hendaklah kita pahami, bahwa Allah Swt tidak pernah bosan mendengar do'a para hambaNya.
Rasulullah Saw bersabda :
Yas'alu ahadakum robbahu hajatihi kullahu hatta yas'ala sas'a na'lihi idza inqotho'a 

Artinya : "Hendaklah seseorang meminta segala keperluannya kepada Tuhannya sampai-sampai mintalah tali sandal apabila putus."


Mintalah."sebanyak-banyaknya, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, sampai putusnya tali sandal sekalipun. Masalah itu dikabulkan, ditunda, atau diganti dengan yang lain, adalah urusan Allah Swt. Karena Dia-lah yang maha tahu manfaat dan mudarat dari do'a itu bagi kita.

Subhanallah, Maha Suci Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Semoga bermanfaat
بارك الله







☆KENAPA ORANG BERTERIAK KETIKA MARAH???

Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.
Salah satu murid menjawab : “Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.”
“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”. Tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh”.
“Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang Syeikh.
“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat.”
“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”
Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”…
Semoga bermanfaat.
بارك الله







FILOSOFI KEMATIAN

Ketika sahabat mati, maka hilanglah teman hidupmu
Ketika orangtua mati, maka hilanglah tiang hidupmu
Ketika suami mati, maka hilanglah tulang punggung hidupmu
Ketika istri mati, maka hilanglah sandaran hidupmu
Ketika anak mati, maka hilanglah bunga-bunga hidupmu
Tapi ketika hati nurani yang mati, maka hilanglah seluruh hidupmu
Jgn kita aman disaat masih ada orang tua.. karena ketika mereka tiada..kita tidak punya tempat berlindung dan meminta tolong..selain suami atau istri yg mengasihi kita..
Jgn sakiti..teman hidupmu..krn ketika mereka juga tiada..maka tdk ada pula tempat mengadu..selain dgn anak anak.
Sayangilah anak anak.. karena ketika kita tiada.. merekalah yg menjadi penerus..dan mendoakan kita setiap saat.
Sungguh tabiat yg paling baik.. adalah menyayangi dan mencintai dgn benar, tulus dan ikhlas.. pada orang2 terdekat..sehingga kita tdk merasa bersalah ketika kehilangan..dan tdk pula khawatir..ketika satu satu mereka pergi..
Jadilah penyayang sejati, pencinta sejati..pada keluarga, orang tua, teman hidup, anak anak, dan Allah sehingga ketika kitapun tiada tdk ada beban karena merasa bersalah.
وإذا مات القلب والضمير ذهب كل شيء من حياتك
Wallahu 'alam bissawaab
بارك الله





☆10 PERILAKU ISTERI YANG MENJENGKELKAN SUAMI☆

Hal mendasar agar hubungan suami-istri harmonis dan tentram adalah apabila kedua belah pihak saling menyukai perilaku pasangannya. Kesukaan suami pada istri akan timbul dan tumbuh berkembang dari perilaku istri yang baik. Sebaliknya  rasa sayang suami akan berkurang dan akhirnya akan tergerus habis apabila istri sering berperilaku menjengkelkan.  Berikut sepuluh perilaku nyebelin istri yang harus dihindari.

[1]Satu, tidak bersyukur, tidak pernah merasa puas dan sering mengeluh. Kurang bersyukur dan suka mengeluh adalah salah satu perilaku yang sangat menjengkelkan suami. Terutama apabila suami sudah bekerja keras untuk membahagiskan istri dan anak. Suami merasa tidak diapresiasi. Apalagi apabila ditambah dengan keluhan. Padahal dia merasa berhak untuk mendapatkan penghargaan. Tidak hanya suami yang marah dengan sikap ini. Tuhan juga marah. Dalam sebuah hadits Nabi bersabda: “Aku melihat Neraka yang kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Penyebabnya karena mereka tidak bersyukur dan tidak menghargai atas kebaikan suaminya.” (Sahih Bukhari, no. 28)

[2]Dua, tidak taat suami dan suka membantah. Suami adalah pemimpin rumah tangga (QS An Nisa 4:34) . Tidak ada fungsi pemimpin kalau tidak ditaati dan tidak dihormati. Salah satu bukti ketaatan istri adalah dengan menaati perintah suami asal tidak berlawanan dengan syariah dan tidak membantah ucapan suami.

[3]Tiga, suka menyalahkan dan mengerritik suami. Mencari kambing hitam alias suka menyalahkan adalah perbuatan yang menjengkelkan. Kalaupun suami salah, usahakan tidak langsung menyalahkannya. Apalagi kalau kesalahan bersama. Kritik membangun itu baik, akan tetapi usahakan menyampaikannya dengan cara dan momen yang tepat dan jangan lupa untuk meminta maaf terlebih dahulu dan tidak diucapkan di depan anak-anak atau orang lain.

[4]Empat, menyuruh, mengatur. Hindari menyuruh atau mengatur suami. Kalau memang ingin meminta bantuannya, lakukan dengan ucapan minta maaf atau minta tolong. Langkah ini akan menetralisir kemarahan suami. Itupun kalau jarang dilakukan. Juga, suami yang sering diatur dan disuruh oleh istrinya terkesan suami yang kalah dan takut istri. Kalau persepsi ini terjadi, maka yang buruk di mata publik adalah keduanya.

[5]Lima, membandingkan dengan rumah tangga lain. Suami akan sangat tersinggung apabila istri suka membanding-bandingkannya dengan pria atau tetangga sebelah yang memiliki pencapaian lebih tinggi secara materi atau hal lain seperti pencapaian anak.

[6]Enam, cerewet.  Siapa yang suka orang cerewet? Wanita cerewet itu sendiri tidak suka pada orang lain yang cerewet. Cerewet adalah perilaku yang suka meributkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Cerewet adalah lawan dari sikap anggun. Kalau ingin menjadi wanita anggun, maka jangan cerewet.

[7]Tujuh, cemberut dan bermuka masam. Terkadang, bahasa tubuh yang tidak menyenangkan seperti cemberut, dan bermuka masam itu lebih terasa efek negatifnya daripada kata-kata. Itulah sebabnya Rasulullah bersabda: “Setiap kebaikan adalah sedekah. Termasuk dari kebaikan adalah berwajah ramah.” (Nawawi, Syarah Muslim, 16/177).

[8]Delapan, meremehkan. Ini terjadi umumnya karena gaji dan status pekerjaan istri lebih tinggi dari suami. Atau suami sedang menganggur sedang istri memiliki pekerjaan tetap. Cobaan menjadi istri salihah justru ketika status istri lebih tinggi dalam segi materi, pekerjaan atau status sosial.

[9]Sembilan, pendengar yang buruk. Mata tidak fokus atau respons kurang nyambung atau kurang antusias saat suami bercerita merupakan sebagian tanda ciri-ciri pendengar yang buruk. Kalau sedang tidak ingin mendengar cerita suami, maka mintalah maaf agar suami paham kondisi yang terjadi.

[10]Sepuluh,  selingkuh.. Ini kesalahan terbesar yang dilakukan istri. Kalau pun suami tidak menceraikan istrinya yang selingkuh, maka kemungkinan besar rasa saling percaya sudah tidak ada lagi dari hati suami. Selingkuh ada dua macam: selingkuh dengan atau tanpa ada hubungan zina  Kedua-duanya sama-sama akan mengancam kehidupan rumah tangga dan menjauhkan dari rasa tenteram, mawaddah.wa rohmah.

Setiap poin dari kesepuluh poin di atas akan dapat mengurangi rasa cinta dan sayang suami pada istri. Oleh karena itu, istri harus berusaha keras untuk menghindarinya sama sekali. Kesalahan di sana sini mungkin terjadi, namun selagi masih ada usaha untuk memperbaiki diri, maka suami akan memahami, menghargai dan memaafkan kesalahan istri.
Semoga bermanfaat.
بارك الله




☆HAK SEORANG IBU TERHADAP ANAK LAKI2NYA☆

By: Saad Saefullah.

MEMBANGUN keluarga sakinah merupakan dambaan kita semua. Dasarnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut harus bertaqwa. Salah satu manifestasi taqwa ialah berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain). Perlu disadari, bahwa pernikahan itu bukan hanya ikatan 2 orang anak manusia, tetapi mengikat 2 keluarga besar.
Jadi pernikahan itu merupakan risalah agung membentuk ukhuwah yang luas yang dasarnya saling kenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling menolong (tafakul) antara suami-istri, keluarga suami dan keluarga istri. Bila masing-masing pihak ridha, maka nilai pernikahan yang sakinah serta diridhai orang tua akan terwujud.
Sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya. Bila seorang anak laki-laki yang telah menikah, maka kewajiban berbakti kepada ibu ini tidak hilang, jadi suami adalah hak ibunda.
Bagaimana dengan anak perempuan yang telah menikah? Nah, bagi anak perempuan yang telah menikah, maka haknya suami. Jadi istri berkewajiban berbakti pada suami. Karena setelah Ijab kabul, berpindahlah hak dan kewajiban seorang ayah kepada suami dari anak wanitanya. Begitu besar kewajiban berbakti pada suami, sampai rasul pernah bersabda, “Bila boleh sesama manusia mengabdi (menyembah), maka aku akan menyuruh seorang istri mengabdi pada suaminya.”
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.
Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan:
“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.
Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)
Allah swt. menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.
Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalamAl-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”
Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.
Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:
“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”
Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:
“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”
Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.
Salam ukhuwah fillah.
بارك الله





☆Masa Lalu☆

Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik.
Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.
Karena, seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab.
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid.
Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya,
karena sepatu emas fir'aun berada di neraka, sedangkan sandal jepit bilal bin rabah terdengar disyurga.
Intinya,
Jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.
Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad.
Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu, jika kau mau, kamu bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.
Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.
Salam perubahan kepada yang lebih baik.
Hari jum'at hadir kembali, mari membaca surat al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa & sodaqoh.
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami),
Aamiin aamiin aamiin YRA
بارك الله
Semoga Bermanfaat.






☆AYAH


Ayah memang tidak mengandungmu, tapi dalam darahmu, mengalir darahnya...
Ayah memang tidak melahirkanmu, tapi suaranyalah yang pertama kau dengar ketika lahir untuk menenangkan jiwamu....
Ayah memang tidak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air susumu...
Ayah memang tidak menyanyikanmu, agar kau tertidur, tapi dialah yang menjamin kau tetap nyaman dalam lelapmu...
Ayah memang tidak mendekapmu seerat ibumu, itu karena dia khawatir karena cintanya ia tidak bisa melepaskanmu.. ketika kau sudah bisa membangun sendiri hidupmu...
Ayahmu tidak pernah kau lihat menangis, bukan karena hatinya keras, tapi agar kau tetap percaya, dia kuat untuk kau bisa bergantung dilengannya...
Sayangi dan hormati ayahmu.. memang surga ada ditelapak kaki ibumu, tapi tidak ada surga untukmu tanpa keridhaannya...
Memang kau diminta mendahulukan ibumu, tapi ayahmu adalah jiwa raga ibumu...
Semoga bermanfaat
بارك الله






☆WASIAT & KABAR GEMBIRA UNTUK PARA ISTRI☆
Rasulullah Saw, bersabda :
“Jika istri itu menghabiskan malamdengan meninggalkan tempat tidursuaminya, maka malaikat 
menggutuknya hingga pagi.(Bukhari Muslim)
“wanita-wanita yang menghabiskanmalam dengan keridhaan & suaminyaridha, maka dia masuk 
surga.”(ImamTurmudzi)
“Seorang istri yang mati sedangkan suami ridha kepadanya, maka ia masuksurga.”(HR.Turmudzi, 
Ibnu Majah dan Al Hakim dari Ummu Salamah)
“Apabila seorang istri salat lima waktu, berpuasa ramadhan, menjaga farjinya, dan mentaati 
suaminya maka dikatakan kepadanya, ”Masuklah surga dari salahsatu pintu yang kamu kehendaki”(HR.Imam Ahmad)
“kepatuhan kepada suami dan menunaikan haknya adalah sebanding dengan pahala jihad. Dan menduduki kedudukan perang sabil. Akan tetapi  sedikit perempuan yang mau
melakukannya.”(HR. Al-Bazzar danThabrani) 
“Istri tidak boleh memberi makan orang lain dari rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali makanan
basah basah yang dikhawatirkan basi. Jika ia memberimakanan dari izin suaminya, maka ia memperoleh pahala seperti pahala suaminya, dan jika ia memberi makanan tanpa seizin suaminya, 
maka suaminya mendapat pahala, sedangkan istri mendapat dosa.” 

“Andaikan seorang wanita menjadikan waktu malamnya untuk salat, siang harinya untuk berpuasa, lalu suaminya memanggilnya ketempat tidurnya sedangkan si istri menundanya satu jam, maka kelak pada hari kiamat ia akan diseret dengan rantai dan belenggu, kumpul dengan  setan-setan hingga tiba ditempat yang serendah-rendahnya.”(Ibnu Abbas r.a.)
Seorang istri Ketika bersenggama hendaknya menutupi tubuhnya dan suami dengan selimut.
Seorang istri hendaknya tidak berpuasa sunat, selain puasa Arafah dan Syura’, tanpa seizin 
suaminya. Kalau istrinya berpuasa, maka ia hanya mendapat letih dan dahaga saja, kerena 
puasanya tidak akan diterima Istri hendaknya tidak berpergian jauh dari rumah kecuali 
mendapat izin suaminya. Jika keluar tanpa seizin suaminya, maka ia mendapat kutukan dari para 
malaikat pemberi rahmat dan azab hingga ia memohon maafatau hingga ia pulang kerumahnya, sekalipun larangan suami terhadap istrinya itu merupakan perbuatan zalim.

Semoga bermanfaat.
بارك الله





☆CARA BERKASIH SAYANG RASULULLAH☆

Rasulullah merupakan teladan disegala hal bagi umat islam. Beliau adalah manusia sempurna, sehingga apa yang dilakukannya tentu menjadi contoh terbaik.
1. Tidur satu selimut bersama isteri,
2. Memakai wangi-wangian,
3. Mandi bersama isteri,
4. Menyikat rambut suami,
5. Membantu isteri di dapur,
6. Minum bergantian pada tempat yang sama,
7. Membelai isteri,
8. Tidur dipangkuan isteri,
9. Memanggil dengan kata-kata mesra, dan…
10. Berjalan berpegangan tangan.
Semoga bermanfaat, salam ukhuwah fillah.
بارك الله






☆HAK KEDUA IBU BAPA☆

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Abbas r.a. berkata: "Tiada seorang mukmin mempunyai kedua ibu bapa lalu ia pagi-pagi ia taat dan baik pada keduanya melainkan Allah s.w.t. membukakan untuknya daun pintu syurga, dan tidak mungkin Allah s.w.t. ridho padanya jika salah satu ibu atau bapanya murka kepadanya sehingga mendapat ridho dari keduanya. Ditanya: Meskipun orang tua itu zalim? Jawabnya: Meskipun zalim. Dan didalam hadis marfu' ada tambahan: Dan tiada pagi-pagi ia durhaka (menyakiti hati) orang tuanya melainkan Allah s.w.t.membukakan baginya dua pintu neraka dan jika hanya satu maka satu."
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Atha' berkata: "Nabi Musa a.s. berdoa: "YaTuhan, pesanlah kepadaku." Firman Allah s.w.t.: "Aku wasiat supaya tetap denganAku." Nabi Musa a.s. berkata lagi: "Ya Tuhan, pesanlah kepadaku." Firman Allah s.w.t.: "Aku pesan kepadamu, taatlah kepada ibumu." Kemudian berkata Nabi Musa a.s. lagi: "Ya Tuhan, pesanlah kepadaku." Jawab Allah s.w.t.: Aku pesan supaya taat kepada ibumu." Musa a.s. berkata: "Wasiat kepadaku." Allah s.w.t.berfirman: Aku wasiat kepadamu, taatlah kepada ayahmu."
Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang datang kepada Nabi Muhammad s.a.w dan berkata: "Saya ingin berjihad (perang fisabilillah)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Apakah kedua ibu bapamu masih hidup?" Jawabnya: "Ya, kedua-duanya." SabdaRasulullah s.a.w.: "Didalam melayani keduanya harus berjihad."
Hadis ini menunjukkan bahawa taat bakti kepada orang tua itu lebih besar daripada jihad fisabilillah, sebab menyuruh orang itu berbakti kepada orang tua dan berjihad. Kerana itu maka seseorang tidak boleh keluar untuk juhad jika tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya selama panggilan jihad itu tidak umum, maka tetap taat kepada orang tua lebih afdhal dari jihad fisabilillah.
                       
 Bahz bin Hakim dari ayahnya dari neneknya berkata: "Saya tanya kepadaRasulullah s.a.w.: "Ya Rasulullah, siapakah harus saya taat?" JawabRasulullah s.a.w.: "Ibumu." Kemudian siapakah? tanya saya lagi. JawabRasulullah s.a.w.: "Ibumu." Saya bertanya sekali lagi dan Rasulullah s.a.w.menjawab: "Ibumu." "Kemudian siapa?" tanya saya lagi." Rasulullah s.a.w.menjawab: "Ayahmu, kemudian yang terdekat dan yang dari kerabat."
                       
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Ali dari ayahnya dari neneknya berkataRasulullah s.a.w. bersabda: "Andaikan ada khalimah yang lebih ringan dari kata UF (cih) untuk dijadikan dasar serendah-rendahnya durhaka pada orang tua nescaya akan dilarang oleh Allah s.w.t.untuk mengatakannya, kerana itu seorang yang durhaka pada orang tuanya boleh berbuat apa yang diperbuat maka ia tidak akan masuk syurga, sebaliknya seorang yang bakti pada orang tuanya boleh berbuat apa saja maka tidak akan masuk neraka."
                       
 Abul-Laits berkata: "AndaikanAllah s.w.t. tidak menyebut kewajipan berbakti kepada kedua orang tua itu dalam al-quran, dan tidak ditekankan nescaya dapat dimengertikan oleh akal bahawa taat kepada kedua orang tua itu wajib, kerana itu diwajibkan seorang yang berakal harus mengerti kewajipannya terhadap kedua orang tuanya, lebih-lebih Allah s.w.t. telah menekan dalam semua kitab yang diturunkan iaitu Taurat, Injil, Zabur danAl-Quran, juga telah diwahyukan kepada semua Nabi, Rasul bahawa ridho Allah s.w.t. tergantung pada ridho kedua orang tua dan murka Allah s.w.t. tergantung pada murka kedua ayah bunda."
                       
Ada penjelasan bahawa tiga ayat turun bergandengan dan Allah s.w.t. tidak menerima yang satu tanpa gandingannya iaitu seperti firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi):
Aqimusholata wa atuszakat (Yang bermaksud) Tegakkan sembahyang dan keluarkan zakat, maka siapa solat tanpa zakat tidak akan diterima olehAllah s.w.t.
Athi'u Allaha waathi'urRasul (Yang bermaksud) Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasulullah, maka tidak akan diterima taat kepada Allah s.w.t.jika tidak taat kepada Rasulullah s.a.w.
An usykur li walidaika (Yang bermaksud) Syukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapamu, maka siapa yang syukur kepada Allah s.w.t. dan tidak syukur kepada kedua orang tua tidak diterima.
     
Dan dalilnya ialah Rasulullah s.a.w.bersabda: "Sesungguhnya kutukan kedua orang tua itu memutuskan asal anak itu jika anak itu durhakai keduanya. Maka siapa merelakan kedua ayah bondanya bererti telah merelakan Tuhannya dan siapa mendapatkan kedua ayah bondanya atau salah satunya, lalu tidak taat kepada keduanya sehingga masuk neraka bererti telah dijauhkan oleh Allah s.w.t."   
                       
Dan ketika Rasulullah s.a.w.ditanya: "Apakah amal yang utama?" JawabRasulullah s.a.w.: "Sembahyang pada waktunya, kemudian taat kepada kedua ibu bapa kemudian jihad fisabilillah."
                       
Farqad Assinji berkata saya telah membaca didalam kitab: "Bahawa anak tidak boleh dibicarakan dimuka orang tuanya kecuali dengan izinnya dan tidak boleh jalan dimukanya atau dikanan kirinya kecuali jika dipanggil maka ia harus menyambut dan harus berjalan dibelakang keduanya sebagaimana hamba sahaya dibelakang majikannya."
                       
 Seorang datang kepadaRasulullah s.a.w. dan berkata: "YaRasulullah, ibuku kini mengigau ditempatku, maka sayalah yang memberi makan minum dengan tanganku juga mewudhu'kannya, dan mengangkat diatas bahuku, apakah yang demikian itu bererti aku telah membalas jasanya?" JawabRasulullah s.a.w.: "Belum, belum satupun dari jasa-jasanya dari jasa-jasanya (satu peratus) tetapi engkau telah berbuat baik dan Allah s.w.t. akan memberi pahala kepadamu yang besar dan banyak terhadap amalanmu yang sedikit."
                       
Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari neneknya berkata: "Terulis didalam hikmat: "Terkutuk orang yang mengutuk ayahnya, terkutuk orang yang mengutuk ibunya, mal'un (terkutuk) siapa yang merintangi agama Allah s.w.t., terkutuk siapa yang menyesatkan orang buta dari jalanan, terkutuk siapa yang menyembelih menyebut nama selain namaAllah s.w.t., terkutuk siapa yang merosak tanda-tanda dijalan bumi ini atau batas-batas tanah."
                        
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya sebesar-besar dosa ialah memaki ayah ibunya." Ketika ditanya: "Bagaimanakah seorang memaki ayah ibunya?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Memaki ayah lain orang lalu dibalas maki ayahnya atau memaki ibunya, maka dibalas dimaki ibunya."
                       
Abban dari Anas r.a. berkata: "Ada seorang pemuda bernama Alqomah dimasa Rasulullah s.a.w. Pemuda ini rajin ibadat dan banyak sedekah, tiba-tiba ia sakit dan sangat berat sakitnya, maka isterinya menyuruh orang memanggilRasulullah s.a.w. dan menyatakan bahawa suaminya sakit keras didalam keadaan nazak sakaratal maut dan saya ingin menerangkan kepadamu keadaannya. Maka Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal, Ali, Salman dan Ammar r.a. supaya pergi ketempat Alqomah dan memperhatikan bagaimana keadaannya dan ketika telah sampai kerumah Alqomah mereka langsung masuk kepada Alqomah dan menuntunnya supaya membaca: Laa ilaha illallah, tetapi lidah Alqomah bagaikan terkunci, tidak dapat mengucap dua kalimah syahadah itu, ketika para sahabat itu merasa bahawa Alqomah pasti akan mati, mereka menyuruh Bilal supaya pergi memberutahu hal itu kepada Rasulullah s.a.w.
                       
 Rasulullah s.a.w. langsung bertanya: "Apakah ia masih mempunyai ibu dan ayah?" Jawabnya: "Ayahnya telah meninggal, sedang ibunya masih hidup tetapi terlalu tua." Rasulullah s.a.w.bersabda kepada Bilal: "Ya Bilal, pergilah kepada ibu Alqomah dan sampaikan kepadanya salamku, dan katakan kepadanya: JIka kau dapat berjalan pergi kepada Rasulullah s.a.w.,  dan jika tidak dapat maka Rasulullah s.a.w. akan datang kesini." Jawab ibu Alqomah: "Sayalah yang lebih layak pergi kepada Rasulullah s.a.w.Lalu ia mengambil tongkat dan berjalan hingga masuk kerumah Rasulullah s.a.w.dan sesudah memberi salam ia duduk didepan Rasulullah s.a.w. MakaRasulullah s.a.w. bertanya: "Beritakan yang benar-benar kepadaku, jika kau dusta kepada ku nescaya akan turun wahyu memberitahu kepadaku, bagaimanakah keadaan Alqomah?" Jawab ibu Alqomah: "Alqomah rajin ibadat sembahyang, puasa dan sedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui berapa banyaknya."Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: "Lalu bagaimana hubunganmu dengan dia?" Jawab ibu Alqomah: "Saya murka kepadanya." Rasulullah s.a.w. bertanya: "Mengapa?" Jawab ibu Alqomah: "Kerana ia mengutamakan isterinya lebih daripadaku dan menurut isterinya kepadaku dan menentangku."
                       
Maka Rasulullah s.a.w.bersabda: ""Murka ibunya, itulah yang mengunci (menutup) lidahnya untuk mengucap dua kalimah syahadah." Kemudian Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal supaya mengumpul kayu sebanyak-banyaknya untuk membakar Alqomah dengan api itu. Ibu Alqomah bertanya: "YaRasulullah s.a.w., puteraku, buah hatiku akan kau bakar dengan api didepanku? bagaimana akan dapat menerima hatiku?"Rasulullah s.a.w. bersabda: " "Hai ibu Alqomah, siksaan Allah s.w.t. lebih berat dan kekal, kerana itu jika kau ingin Allah s.w.t. mengampunkan dosanya, maka relakan ia (kau harus ridho padanya), demiAllah s.w.t. yang jiwaku ada ditanganNyatidak akan berguna sembahyang, sedekahnya selama engkau murka kepadanya." Lalu ibu Alqomah mengangkat kedua tangan dan berkata: "Ya Rasulullah, saya mempersaksikan kepada Allah s.w.t.dilangit dan kau ya Rasulullah, dan siapa yang hadir ditempat ini bahawa saya telah ridho kepadanya."
                       
Maka langsung Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal pergi melihat hal keadaan Alqomah, apakah sudah mengucap Laa ilaha illallah atau tidak, khuatir kalau-kalau ibu Alqomah mengucapkan itu hanya kerana malu padaRasulullah s.a.w. dan tidak pada hatinya. Apabila Bilal sampai dipintu rumah Alqomah tiba-tiba terdengat suara Alqomah membaca Laa ilaha illallah. Lalu Bilal masuk dan berkata: "Hai orang-orang, sesungguhnya murka ibu Alqomah itu yang menutup lidahnya untuk mengucap dua kalimah syahadah dan ridhonya kini melepaskan lidahnya, maka matilah Alqomah pada hari ini." Maka datanglah Rasulullah s.a.w. dan menyuruh supaya segera dimandikan dan dikafankan, lalu disembahyangkan olehRasulullah s.a.w. Dan sesudah dikuburkanRasulullah s.a.w. berdiri diatas tepi kubur sambil berkata: "Hai sahabat Muhajir dan Anshar, siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia terkenakutukan (laknat) Allah s.w.t. dan tidak diterima daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya."
                       
Ibu Abbas r.a. ketika mengertikan ayat (Yang berbunyi): Wa qodho rabbuka alla ta buda illa iyyaahu, wabil walidaini ihsana, imma yablughanna indakal kibara ahaduhuma au kilahuma fala taqul lahuma uf wala tanharhuma waqul lahuma qoulan karima. (Surah Al Isra ayat 23) (Yang bermaksud) Tuhanmu telah menyuruh supaya kamu jangan menyembah (mengesakan) selain padaNya. Dan terhadap kedua ibu bapa harus berbakti (taat dan baik) apabila telah tua salah satunya atau keduanya disisimu, maka jangan menunjukkan sikat atau sikap jemu atau berkata: Cih, kepada keduanya, umpama jika kau samapi membuang kencing atau najis ibu atau bapa, maka jangan kau tutup hidungmu dan jangan muram mukamu sebab keduanya telah mengerjakan semua itu dimasa kecilmu, dan jangan membentak keduanya dan berkatalah dengan lemah lembut, sopan santun, ramah tamah dan hormat.
                        
Ibu Abbas r.a. ketika mengertikan ayat (Yang berbunyi): Wakh fidh lahuma janahadzdzulli minarrahmati, waqul Robbir hamhuma kama robbayani shorghira. (Surah Al Isra ayat 24) (Yang bermaksud) Dan rendahkan dirimu kepada keduanya serendah-rendahnya dan doakan keduanya: "Ya Tuhan, Kasihanilah kedua ibu bapaku sebagaimana keduanya telah memeliharaku dimasa kecil.
                       
Mengenai kewajipan terhadap keduanya dimasa hidup hingga mati, dengan selalu mendoakan untuk keduanya sesudah matinya. Seorang ulama tabi'in berkata: "Siapa yang mendoakan kedua ibu bapanya tiap hari lima kali bererti telah menunaikan kewajipabnya terhadap kedua ibu bapanya." Sebab Allah s.w.t. berfirman (Yang berbunyi): "An usy kurli wali walidaika, ilayyal mashir. (Yang bermaksud): "Bersyukurlah kepadaKudan kepada kedua ibu bapamu, kepadaKu kau akan kembali.
                       
Bersyukur kepada Allah s.w.t.dan mengerjakan sembahyang lima waktu tiap hari, maka syukur terhadap ibu bapa juga harus lima kali tiap hari. Firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): " Robbukum a'lamu bima fi nufusikum in takunu shalihina fa innahu kana lil awwabina ghafura. (Yang bermaksud): "Tuhanmu lebih mengetahui apa yang didalam hatimu, jika kamu benar-benar baik (solih) maka sesungguhnya Tuhan itu terhadap orang yang salah lalu kembali taubat, ia maha penganmpun. (Surah Ali-Isra ayat 25)
                       
Hak yang harus dilaksanakan oleh anak terhadap ibu dan ayah ada sepuluh iaitu:
Jika orang tua berhajat kepada makan harus diberi makan
Jika berhajat pada pakaian harus diberi pakaian. Rasulullah s.a.w. ketika menerangkan ayat (Yang berbunyi): "Wa sha hib huma fiddunnya ma'rufa. (Yang bermaksud):
"Bantulah kedua orang tua didunia dengan baik, yakni supaya diberi makan jika lapar dan pakaian jika tidak berpakaian.
Jika berhajat bantuan harus dibantu
Menyambut panggilannya
Mentaati semua perintahnya asalkan tidak menyuruh berbuat maksiat dan ghibah (Kasari orang)
Jika berbicara kepada keduanya harus lunak, lemah lembut dan sopan
Tidak boleh memanggil nama kecilnya (Jambal/ gelaran)
Jika berjalan harus dibelakangnya
Suka untuk orang tuanya apa yang ia suka bagi dirinya sendiri, dan membenci bagi keduanya apa yang tidak suka bagi dirinya sendiri
Mendoakan keduanya supaya mendapat pengampunan Allah s.w.t.dan rahmatNya Sebagaimana doa Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. (Yang berbunyi): "Robbigh fir li waliwalidayya robbanagh fir li waliwalidayya wa lil muminin wal mu'minati yauma yaqumul hisab. (Yang bermaksud): "Ya Tuhan kami, ampunkan kami dan kedua ibu bapa kami dan semua kaum muslimin pada hari perhintungan hisab/hari kiamat.
                       
Seorang sahabat berkata: "Tidak suka mendoakan kedua orang tua itu mungkin menyebabkan kesulitan penghidupan anak." "Dan apakah mungkin memuaskan orang tua yang telah mati?" beliau ditanya. Jawabnya: " Ya, dengan tiga macam iaitu:
Dia sendiri menjadi orang soleh sebab menyenangkan kedua orang tuanya
Menghubungi keluarga dan sahabat-sahabat kedua orang tuanya
Membaca istighfar dan mendoakan serta bersedekah untuk kedua orang tuanya itu.
                        
Al-Ala' bin Abdirrahman dari ayahnya dari Abuhurairah r.a. berkataNabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Jika mati anak Adam putus (terhenti) semua amal perbuatan (kegiatannya), kecuali tiga macam iaitu:
Sedekah jariah yang berjalan terus (wakaf-wakarnya)
Ilmu yang berguna (yang diajarkan sehingga orang-orang melakukan ajarannya)
Anak yang soleh yang selalu mendoakan pengampunan untuknya.
                        
Nabi Muhammad s.a.w.bersabda: " Jangan memutus hubungan pada orang yang dahulu kawan baik pada orang tuamu, nescaya akan padam nur cahayamu." Seorang dari suku Bani Saliman datang kepada Rasulullah s.a.w.dan bertanya: "Kedua orang tuaku telah mati, apakah ada jalan untuk berbakti pada keduanya sesudah mati itu?" JawabNabi muhammad s.a.w.: "Ya, membaca istighfar untuk keduanya dan melaksanakan wasiat keduanya dan menghormati sahabat-sahabat keduanya dan menghubungi keluarga dari keduanya."
Wallahu 'alam
Semoga bermanfaat.
بارك الله





☆KATA ORANG BIJAK☆

Urip iku mung sawang-sinawang, hidup itu hanya pandang-memandang.
Kita memandang orang lain lebih enak dan lebih nikmat hidupnya, lebih berkelimpahan.
Lebih kaya, lebih cantik, lebih terhormat, lebih mudah, lebih pintar, lebih enak, lebih bahagia.
Lebih banyak anaknya, lebih besar rumahnya, lebih cantik istrinya, lebih bagus mobilnya

Padahal itu yang kita lihat dengan mata, belum kita rasakan dan alami dengan jiwa.
Kita tak paham bahwa orang lain damai seperti kita, hanya menampakkan yang baik saja.
Yang kita tak tahu, harta itu membuat khawatir, tahta bisa jadi fitnah, semua ada hisabnya.
Yang kita tak paham, tiap manusia punya ujian tersendiri, bahwa semua juga ada masalah.

Maka Islam tak pernah berkata bahwa dunia itu sebab bahagia, tapi hanya kesenangan semata.
Al-Quran memberitahu kaya dan miskin itu ujian, bahwa semua kenikmatan itu ada tanggungan.

Dimanakah bahagia? Ia ada pada ketaatan, pada sabar dan syukur, pada ibadah karena Allah.
Semoga bermanfaat.
بارك الله




☆BELAJAR DARI ANAK KECIL☆

Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.
Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.
Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.
Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.
“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.
Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”
Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :
“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.
Refleks aku panggil anak lelaki itu.
“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”
” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.
“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.
Aku pegang bahu anak itu :
” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”
Tak terasa air mataku menetes :
“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.
Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :
“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.
Radit menyalami tanganku dan menciumnya.
“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.
Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik.
Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.
Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”
Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”
“Ya Allah.. Pak…”
Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.
Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.
Sahabat ada kalanya seorang anak lebih jujur dari pada orang dewasa,ajrkan lha ank2 kita dari dini lagi,,agar di kemudian hari kita orang tua menuai hasilnya dari kebaikan si anak!,,,,,,,
Semoga Bermanfaat
بارك الله






☆3 HAL

Ada 3 hal dalam hidup yg tidak akan kembali  
          1. Waktu          
          2. Ucapan      
          3. Kesempatan 

Ada 3 hal yg dapat menghancurkan hidup seseorang:
          1. Amarah       
          2. Keangkuhan   
          3. Dendam   

Ada 3 hal yg tidak boleh hilang :
          1. Harapan         
          2. Keikhlasan     
          3. Kejujuran 
       
Ada 3 hal yg paling berharga : 
          1. Kasih Sayang
          2. Cinta          
          3. Kebaikan       
 
Ada 3 hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :     
          1. Kekayaan       
          2. Kejayaan        
          3. Mimpi

Kadang - kadang ada sahabat yang suka traktir kita makan, bukan karena mereka sok kaya tapi sebab mereka meletakkan persahabatan melebihi materi...
Kadang - kadang ada sahabat yang rajin bekerja, bukan karena mereka mau tunjukkan kepandaian tapi  mereka memahami arti sebuah tanggung jawab...
Kadang - kadang ada sahabat yang memohon maaf dulu selepas berselisih faham, bukan karena mereka salah tapi sebab mereka menghargai orang di sekeliling mereka...
Kadang - kadang ada sahabat yang sukarela membantu kita, bukan karena mereka berhutang apa-apa tapi sebab mereka lihat kita sebagai seorang sahabat...
Kadang-kadang ada sahabat yang selalu berkomunikasi lewat telpon, sms, bbm, whatsapp serta chating anda, bukan karena mereka tak ada kerja lain yg dilakukan tapi sebab mereka INGAT PADA ANDA...
Satu hari, kita semua akan berpisah sahabat, kita akan teringat berbagai perbuatan dan impian yang kita ada kita lakukan...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, hingga hubungan ini menjadi asing...
Satu hari anak keturunan kita akan melihat foto² kita dan bertanya, " Siapa mereka semua ini ?"..
Dan kita tersenyum dengan air mata yang tidak kelihatan, karena hati ini terusik dengan kata yang sayu, lalu berkata :
" DENGAN MEREKALAH SAYA MELALUI HARI2 YANG PALING INDAH DALAM HIDUP SAYA."
Semoga bermanfaat.
بارك الله




☆JANGAN MENCABUT UBAN☆

Hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban—walaupun sehelai—dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya,” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Semoga bermanfaat
بارك الله






☆HIDUPKU ADALAH CERMINAN DARI SHALATKU☆

Barangsiapa terbiasa menunda shalat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya : pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Meskipun seolah2 sukses meskipun menunda sholat, tp sukses tersebut hanya fatamorgana
Hasan al-Bashri berkata:
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
"
Apa yang berharga dari agamamu jika shalatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat
Seperti apa kamu mampu memperbaiki shalatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.

Tidak kah kamu tahu bahwa shalat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya "Marilah melakukan shalat, marilah meraih kesuksesan"
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-Nya?
استغفرالله العظيم

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan shalat tepat pada waktunya.

Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami amalan kami...
Aamiin..
Semoga bermanfaat
بارك الله





☆HADAPI CELAAN DENGAN SENYUMAN☆

◆ Jika ada orang bicara mengenai kita di belakang,
Itu adalah tanda kita sudah di depan...
◆ Saat orang berbicara merendahkan kita,
Itulah tanda bahwa kita sudah berada ditempat yang lebih tinggi...
◆ Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita.
Itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka...
◆ Saat orang bicara buruk mengenai kita,
Padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka..
Itu adalah tanda bahwa hidup kita sebenarnya jauh lebih indah dari mereka...
◆ INGATLAH...!!!!!!!
Wahai Sahabatku,
payung tidak dapat menghentikan hujan,
tapi dapat membuat kita berjalan menembus hujan
untuk mencapai tujuan..
Jangan menoleh,
tetaplah pada tujuanmu.
Ucapan orang tidak ada hentinya..
◆ Cukuplah ALLAH sebagai penilaian dalam segala urusan.
Mencari ridha ALLAH lebih mudah di gapai,
Daripada ridha manusia..
Semoga bermanfaat
Aamiin YRA
بارك الله




☆WANITA SOLEHAH☆

Wanita Sholehah itu menyukai Pria yang mampu menjadi Imam bagi dirinya, dan keluarga yang kelak ia bina.
Sedangkan Lelaki Sholeh menyukai Wanita yang mampu Menyejukkan Hatinya tatkala gundah menyapa.
Karena KETENANGAN dan KENYAMANAN itu menjadikan ia bertahan di sisinya.

Semoga kita bisa Mewujudkan Rumah Tangga yang  KETENTRAMAN (Sakinah), penuh RASA CINTA (Mawaddah), dan Penuh KASIH SAYANG..(Warahmah).Aamiin YRA
Berusahalah. Jadilah orang yang sukses. Jika perlu, jadilah kaya raya di dunia. Untuk apa? Agar kau bisa berbagi. Kesempatanmu untuk berbagi hanya ada di dunia, kawan.

Jika kau bercita-cita nanti kayanya di akhirat saja, mungkin kamu egois. Sebab kekayaan itu kelak hanya untuk dirimu sendiri... Di akhirat kau tak bisa berbagi. Jika kau masuk surga, kau tak perlu berbagi kepada sesama penghuni surga yang lain, bukan? Karena mereka pun sudah berlebih. Jika kau di neraka, apa yang akan kau bagi? Bahkan kau sendiri harus berjuang dengan segala kekurangan.

Berusahalah sekarang. Kerahkan semua kemampuanmu. Raih yang terbaik yang bisa engkau genggam. Mintalah Pada Allah yang Maha Kaya agar engkau dikayakan. Agar apa? Agar tak ada lagi orang yang bisa mengatur-ngatur hidupmu kecuali Allah. Agar tak ada  yang kau takuti di dunia ini, kecuali Allah. Agar tak ada yang berani melarang-larangmu lagi untuk taat kepada Allah!
Mulai hari ini, ubahlah rencana hidupmu. Kita harus sukses di dunia dan akhirat, kawan. Bukan salah satunya saja.
Semoga bermanfaat.
Aamiin YRA.
بارك الله









☆MASUK SURGA KARENA ANAK PEREMPUAN☆

Anak perempuan itu ujian tersendiri bagi kedua orangtuanya. Apalagi hidup di masa banyak fitnah seperti saat ini. Namun, ia juga menjadi lahan pahala besar ketika orang tuanya sanggup mengantarnya menjadi putri shalehah.

Dalam kitab Riyadhu Ash-Shalihin, dikisahkan bahwa Aisyah bertutur, suatu hari aku pernah didatangi seorang wanita miskin sembari menggendong kedua bayinya. Perempuan itu meminta sesuatu kepadaku.
Padahal, aku hanya memiliki satu butir kurma. Aku pun memberikan kurma itu padanya, lalu ia membagi-bagikan kepada putrinya sementara ia sendiri tidak memakan apa-apa darinya.

Aku benar-benar terharu melihat perilaku ibu itu. Aku pun menceritakan apa yang aku lihat itu kepada Rasulullah.
Rasulullah menanggapinya sembari berkata,”Sungguh Allah pasti memasukkan wanita itu ke surga atau ia dibebaskan dari api neraka dengan sebab putri-putrinya.”

Di kesempatan lain beliau berkata, “Siapa yang diuji dengan kehadiran putri-putrinya lalu ia berbuat baik kepada mereka, putri-putrinya itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Muslim dari Aisyah)

Hadits ini tidak terlalu jauh masanya dengan kebiasaan bangsa arab yang membenci kehadiran wanita di tengah-tengah mereka. Berbahagialah seorang ibu yang memiliki anak perempuan lalu ia mengajarinya adab dan yang baik, akhlak yang luhur, lalu dengan begitu ia mentransfer keshalehannya kepada yang lain.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran, khususnya yang dikaruniai amanah anak perempuan. Aamiin.

Semoga putra putri kita menjadi ahlul qur'an semua. Amin YRA....
Semoga bermanfaat
 بارك الله

No comments:

Post a Comment